Bakau Danau Ekowisata Menarik

 01 Oktober 2013    Jaya. MN    PemerintahanJika melintasi alur sungai Kahala dipastikan orang akan tergiur untuk mengabadikannya lewat kamera. Karena keunikan penomena alamnya yang tidak dapat ditemui di tempat lain

TENGGARONG – Deretan pohon bakau air tawar di kiri kanan sepanjang sungai Kahala Kecamatan Kenohan Kutai Kartanegara menarik disaksikan. Ekosistem kawasan ini selain erat kaitannya mendukung keanekaragaman hayati Danau Semayang dan Melintang juga di kawasan itu nuansa purbanya sangat terasa.
Akses paling cepat mengunjungi Desa Kahala ibukota Kecamatan Kenohan adalah melalui sungai Kahala yang bermuara di Danau Semayang. Dari muara sungai hingga Desa Kahala bisa ditempuh dengan perahu bermesin ces berkekuatan 20 tenaga kuda sekitar 1 jam. Selama sejam perjalanan menyusuri sungai kahala dapat disaksikan panorama jajaran hutan pohon bakau mulai dari puncak pohon hingga akarnya yang menjuntai terlihat jelas. Sedang ukuran pohon-pohon itu berdiameter kecil hingga mencapai 1 meter. Menurut Camat Kenohan Ardani Syakrani saat ditemui akhir pekan lalu mengatakan alur lintasan sungai Kahala sejatinya tidak seperti sekarang ini. Dahulu sebelum alur sungai ini dibersihkan Pemkab Kukar di tahun 1980 an, lebar alur sungai ini rata rata hanya 2,5 meter dan di bagian tertentu sungai ada yang tertutup tumbuhan air seperti encek gondok. Bahkan ranting dan dahan pohon bakau yang tumbuh di kiri kanan sungai saling bertuatan. “Sehingga jika melalui sungai ini seperti kita berada di dalam tabung,” ujarnya. Dikatakan keberadaan hutan bakau air tawar di sungai Kahala perannya sangat penting dalam menunjang ekosistem danau Semayang dan Melintang. Ditempat ini berbagai jenis ikan endemik ke dua danau itu berkembang biak. Karena disela sela akar hingga batang pohon bakau bagian bawah menjadi prasarana ikan menempelkan telur telurnya. Ditambahkan potensi hutan bakau air tawar juga memiliki keanekaragaman hayati selain ikan diantaranya ditemukan aneka satwa seperti bermacam jenis primata antara lain Bekantan dan Lutung. Kemudian sejumlah reptil seperti piton dan kobra air hingga aneka ungas-ungasan seperti merak danau. Flora yang belum terindentifikasi secara ilmiah juga banyak ditemukan di tempat in. “Bagi penyuka adventure maupun ecotourism kawasan ini sangat tepat untuk didatangi,” demikian katanya.(hms-DI01)