"Disnakertrans Kukar menyelenggarakan JOB MARKET FAIR/Pameran Bursa Tenaga Kerja dengan Proses Rekruitmen Secara Langsung dan Terbuka pada Tanggal 19-21 Agustus 2014...Ayo Buruan Bagi yang Belum Memiliki Pekerjaan untuk Mendaftarkan Diri Segera...Formulir Pendaftaran Dapat Diambil di Kantor Disnakertrans pada Setiap Hari Kerja...Ket. Lebih Lanjut Hub. Sdr. Urib Tri Widodo, SE (081347695123), Herwin Setiawan, S.Sos (081347433443), Syahri (085388693635) atau ke Sekretariat Kami di Disnakertrans Kukar Jl. A.P. Pranoto Kel. Sukarame Tenggarong, Telp. 0541 661222 dan 661068"

Berita


Suasana pertemuan kunjungan kerja DPRD Kab. Bondowoso di ruang Eksekutif kantor Bupati, Tenggarong senin (18/5). - Gusdut.
Suasana pertemuan kunjungan kerja DPRD Kab. Bondowoso di ruang Eksekutif kantor Bupati, Tenggarong senin (18/5).

Bondowoso; Pelajari Pelayanan Kesehatan dan Pendidikan

AR Ruznie Oms menyerahkan cindera mata kepada HM Ihsan ketua rombongan DPRD Bondowoso. - Gusdut. AR Ruznie Oms menyerahkan cindera mata kepada HM Ihsan ketua rombongan DPRD Bondowoso.

Sebanyak 25 orang Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bondowoso Propinsi Jawa Timur, senin (18/5) melakukan kunjungan kerja Ke Kutai Kartanegara (Kukar). rombongan diterima langsung Oleh Asisten IV Bidang Kesejahteraan dan Humas Setkab Kukar Drs AR Ruznie Oms bertempat diruang Eksekutif kantor Bupati.


Mengawali pertemuan ASS IV menjelaskan, sebelum dimekarkan Kabupaten Kutai saat itu memiliki wilayah yang sangat luas, setelah dimekarkan luas daratan Kab. Kukar mencapai 27,263.10 km2 sementara luas perairannya 4.097 km2 dengan jumlah penduduk terakhir saat ini 567.560 jiwa.

Dengan luas wilayah dan kondisi geografis inilah, merupakan salah satu penyebab masih terdapat beberapa kecamatan atau daerah diwilayah Kukar yang belum bisa diakses melalui jalur darat. Hal ini menyebabkan pemerataan pembangunan yang belum bisa dicapai secara merata.

Kukar hingga saat ini masih memiliki banyak potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah sebagai salah satu penyumbang APBD Kukar yang terbesar, namun demikian Kami (Kukar,red) menyadari kekayaan SDA tersebut suata saat akan berkurang, menipis dan habis,” tegas Ruznie.

Lebih lanjut ASS IV menjelaskan, untuk mengatasi hal tersebut. Melalui program Gerbang Dayaku dengan tiga arah pembangunan sebagai program unggulan, diharapkan akan dapat menggantikan ketergantungan pada SDA tersebut.

Ketiga program unggulan tersebut yakni pertama peningkatan Sumber Daya Manusia dan Kesehatan, melalui peningkatan mutu pendidikan dan pelayanan kesehatan. Kedua Pengembangan pertanian dalam arti luas, baik pada bidang perkebunan, peternakan, perikanan dan pertanian itu sendiri.

Sedangkan program unggulan yang terakhir atau ketiga yakni, pengembangan indutri pariwisata dan Kutai kartanegara sebagai tempat tujuan wisata. Ini semua dimiliki oleh Kukar yang sudah dikenal sebagai kerajaan tertua, yang memiliki wisata sejarah, budaya, dan tempat-tempat wisata keluarga yang belum dilakukan secara maksimal pengelolaannya untuk menambah PAD Kutai Kartanegara,” harap Ruznie.

Sementara itu ketua rombongan DPRD Kab. Bondowoso Drs HM Ihsan mengatakan, selain untuk menjalin silahturrahmi. kedatangan kami ini juga bertujuan untuk mengenal Kukar dalam bidang pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin serta dalam bidang pendidikan, yang kami anggap bahwa Kukar sangat pas atau sesuai bagi kami untuk mencari informasi kedua hal tersebut diatas.

Bila dibandingkan dengan Kutai Kartanegara, Kab. Bondowoso sangat kecil, yang hanya memiliki APBD sebesar 700 milyar kalau berbicara masalah APBD. Namun dari segi luas wilayah Kab. Bondowosa memiliki luas wilayah 1.560 km2, 23 kecamatan serta 209 desa, dengan jumlah penduduknya 725 ribu jiwa, dimana penduduknya bergerak disektor pertanian yang lebih dominan.

Pada serktor pariwisata Kab. Bondowoso memiliki obyek wisata yang sudah terkenal, yakni kawah ijen yang sering didatangi oleh turis mancanegara. Namun demikian masih banyak hal yang perlu kami (Kab.Bondowoso, red) harus pelajari dari Kukar. Salah satunya adalah program bebas pendidikan yang sudah dikenal oleh beberapa daerah lain, dengan harapan ada sesuatu yang bisa kami terapkan nantinya di Kabupaten Bondosowo,” ungkap Ihsan yang juga wakil ketua DPRD Bondowoso.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi dialog atau tanya jawab, tampak hadir mendampingi ASS IV, kepala Dinas Kesehatan, Kadis Peternakan, Diretuktur RSU AM parikesit Kukar serta beberapa Dinas/Instansi terkait. Kemudian acara dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata secara bergantian. (@gus)