"Disnakertrans Kukar menyelenggarakan JOB MARKET FAIR/Pameran Bursa Tenaga Kerja dengan Proses Rekruitmen Secara Langsung dan Terbuka pada Tanggal 19-21 Agustus 2014...Ayo Buruan Bagi yang Belum Memiliki Pekerjaan untuk Mendaftarkan Diri Segera...Formulir Pendaftaran Dapat Diambil di Kantor Disnakertrans pada Setiap Hari Kerja...Ket. Lebih Lanjut Hub. Sdr. Urib Tri Widodo, SE (081347695123), Herwin Setiawan, S.Sos (081347433443), Syahri (085388693635) atau ke Sekretariat Kami di Disnakertrans Kukar Jl. A.P. Pranoto Kel. Sukarame Tenggarong, Telp. 0541 661222 dan 661068"

Berita


Suasana pembukaan seminar Pembiayaan Pembangunan di Kukar.(joe) -
Suasana pembukaan seminar Pembiayaan Pembangunan di Kukar.(joe)

Bappeda Gelar Seminar Pembiayaan Pembangunan

Ketua Bappeda Kukar Dr H Totok Heru Sobroto saat menyampaikan maksud dan tujuan di pembukaan Seminar Pembiayaan Pembangunan.(joe) - Ketua Bappeda Kukar Dr H Totok Heru Sobroto saat menyampaikan maksud dan tujuan di pembukaan Seminar Pembiayaan Pembangunan.(joe)

TENGGARONG – Gerak dan derap laju pembangunan di Kabupaten Kutai Kartanegara ternyata dipandang dalam persfektif yang berbeda beda.  Padahal konsep program Gerbang Raja yang diusung Pemkab arah dan tujuannya sudah jelas.  Ternyata kendalanya pada kepentingan dan persepsi stakeholder yang beragam dalam membangun daerah.


Upaya menyamakan persepsi dan kepentingan pembangunan di Kukar itu membuat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah menggelar seminar sehari bertajuk Grand design Pembiayaan pembangunan Kukar. Seminar dibuka Wakil Bupati HM Ghufron Yusuf di ruang pertemuan Bappeda di Tenggarong Kamis (18/12). Kepala Bappeda Kukar Dr Ir Totok Heru Subroto ditemui usai pembukaan seminar mengatakan seminar menghadirkan sejumlah pakar diantaranya Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik UGM Jogyakarta Dr Tony Prasetiantono, Rektor Unikarta Tenggarong Dr Sabran dan Dr Aji Sofyan dari Pusat Studi Perencanaan dan Keuangan Daerah Unmul Samarinda. Peserta seminar terdiri dari pejabat SKPD di lingkungan Pemkab Kukar, Camat, pengusaha dan tokoh masyarakat berjumlah 90 peserta. Adapun maksud seminar adalah untuk menyimpulkan masukan dan pendapat dari peserta dan nara sumber. “Untuk kemudian direkomendasikan kepada pimpinan dalam pelaksanaan pembangunan daerah ke depan, terutama dalam hal pembiayaan,” ujarnya. Disamping expose profil ekonomi dan merumuskan hasil kajian awal RPJMD 2015-2020. 

Sementara HM Ghufron Yusuf mengatakan pembangunan merupakan rangkaian proses yang harus fokus, gradual dan berkelanjutan. Proses tersebut tidak akan berjalan baik, tanpa didahului perencanaan. Oleh karenanya perencanaan harus kuat serta didukung seluruh stakeholders. Kondisi ini akan tercipta dengan baik jika proses perencanaan sesuai kaedah-kaedah perencanaan. “Baik melalui pendekatan teknoratik, partisipatif, politik, topdown dan bottom up,” ujarnya.  Sementara Profesor Toni Prasetianto mengaku jika Kukar menghadapi problem besar dalam pembiayaan pembangunan daerahnya. Problem itu menurutnya dalam hal pendistribusian potensi sumberdaya alam yang begitu besar namun hanya dinikmati pusat kekuasaan dibanding ke Kukar sebagai daerah penghasil.  Problema lainnya menurut Ekonom dan guru besar UGM ini Kukar juga dihadapkan dengan sediaan infrastruktur yang masih belum layak untuk mengundang investor datang membangun daerah ini.

Sedang pakar ekonomi Unmul Dr Aji Sofyan mengaku Kukar sangat rawan terhadap pembiayaan pembangunan karena walaupun hari ini APBD nya besar namun gestur pembiayaan pembangunan daerahnya lebih mengandalkan pasokan APBN terutama dana bagi hasil migas atau perimbangan keuangan. Idealnya menurut Aji Sofyan Pemkab Kukar ke depan harus mampu menaikan PAD minimal 15 persen dari yang ada sekarang ini di bawah 5 peren. Sehingga jika terjadi kontraksi pada APBN tidak berpengaruh terhadap kesinambung pembangunan di Kukar.(umar)