"Disnakertrans Kukar menyelenggarakan JOB MARKET FAIR/Pameran Bursa Tenaga Kerja dengan Proses Rekruitmen Secara Langsung dan Terbuka pada Tanggal 19-21 Agustus 2014...Ayo Buruan Bagi yang Belum Memiliki Pekerjaan untuk Mendaftarkan Diri Segera...Formulir Pendaftaran Dapat Diambil di Kantor Disnakertrans pada Setiap Hari Kerja...Ket. Lebih Lanjut Hub. Sdr. Urib Tri Widodo, SE (081347695123), Herwin Setiawan, S.Sos (081347433443), Syahri (085388693635) atau ke Sekretariat Kami di Disnakertrans Kukar Jl. A.P. Pranoto Kel. Sukarame Tenggarong, Telp. 0541 661222 dan 661068"

Berita


Samakan Persepsi BPBD Rangkul Pemangku Kepentingan

Suasana pembukaan Rakor Penanggulangan Bencana.(joe) - Suasana pembukaan Rakor Penanggulangan Bencana.(joe)

TENGGARONG – Sedikitnya 50 pemangku kepentingan di Kutai Kartanegara diupayakan memiliki persepsi yang sama terhadap penanganan penanggulangan bencana. Selama ini ternyata sebagian besar para pemangku kepentingan itu kadar kepedulian maupun mindsetnya acap berbeda tergantung sikon. Padahal masalah kebencanaan butuh reaksi cepat dan tepat.


Mengakhiri tahun anggaran 2014, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kutai Kartanegara menggelar Rapat Koordinasi selama 2 hari. Tema yang diusung dalam kegiatan ini adalah Melalui Rakor Kita Tingkatkan Koordinasi dan Sinkronisasi Dengan Semua Pemangku Kepentingan Dalam Penanganan Bencana di Kukar. Pembukaannya dilakukan Wakil Bupati Kukar HM Ghufron Yusuf di Tenggarong Rabu (26/11).  Diikuti 50 lebih para pemangku kepentingan terhadap bencana. Diantaranya sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkunngan Pemkab Kukar, TNI dan Polri, organisasi kemasyarakatan, LSM hingga komunitas peduli bencana. 

Kepala Pelaksana BPBD Kukar Darmansah mengatakan tujuan dari rakor ini selain sebagai media saling tukar dan menghimpun informasi juga upaya desiminasi maupun sosiaialisasi terhadap penanganan bencana di Kukar. “Disamping untuk menyatukan persepsi bagi semua pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana,” ujarnya. Menurutnya selama ini dalam menghadapi situasi bencana sebagian besar para pemangku kepentingan belum maksimal. Dihadapkan kondisi alam yang sulit diprediksi dan berpotensi bencana maka ke depan sinergitas semua pemangku kepentingan sangat dibutuhkan. Menyinggung pelaksanaan rakor menurutnya mendatangkan pemateri dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana Pusat dan Provinsi Kaltim. Juga melibatkan pejabat eselon III di lingkungan BPBD Kukar,” katanya.

Sementara Wakil Bupati Ghufron Yusuf mengatakan bencana tidak mungkin bisa ditangani satu pihak tertentu. Namun butuh kerjasama semua pihak terutama dengan para pemangku kepentingan lainnya. Sebab prinsip dalam penanggulangan bencana selain kecepatan dan ketepatan bertindak juga butuh koordinasi dan komunikasi yang harmonis. Dikatakan dengan kondisi wilayah dan sosialnya yang beragam tentu Kukar rawan terhadap bencana alam maupun non alam. Seperti puting beliung, longsor, banjir dan kebakaran hutan hingga pemukiman.  Diharapkan melalui rakor dihasilkan rumusan yang tepat bagi penanggulangan bencana. “Khususnya upaya meminimalisir dampak bencana itu sendiri,” demikian ujarnya.(umar)