"Untuk mengakses Dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah Kab. Kutai Kartanegara silahkan 'klik' Side Banner/Menu Konten DOKUMEN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH di bagian bawah situs ini atau hub. Bidang Statistik dan Pengendalian Pembangunan BAPPEDA Kab. Kukar (Dr. BAHARI JOKO SUSILO, SPT, MP. HP 081227193213)**Ralat waktu pelaksanaan kegiatan Team Building Reformasi Birokrasi dapat diakses di bagian PENGUMUMAN"

Berita


Lahan Gambut Di Kukar Diteliti

Kawasan lahan gambut di sekitar Desa Kotabangun Ulu nampak begitu luas.(joe) - Kawasan lahan gambut di sekitar Desa Kotabangun Ulu nampak begitu luas.(joe)

TENGGARONG – 81 ribu hektar dari 250 ribu hektar lahan gambut di Kabupaten Kutai Kartanegara telah ditetapkan Bupati sebagai kawasan dengan status di lindungi. Upaya mencegah kerusakan, akan terus diperluas sehingga semua lahan gambut terlindungi dari eksploitasi sumber daya alam.


Diakui sebagian besar lahan gambut di Kukar menjadi incaran investor perkebunan, hutan tanaman industri hingga pertambangan batubara. Tantangan ini membuat Pemkab Kukar lebih memilih mengkonservasi lahan gambut sebagai kawasan yang dilindungi ketimbang mengizinkan investor.

Menurut Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kukar Marli keberadaan lahan gambut sangat penting yaitu selain upaya pengurangan emisi gas rumah kaca, juga media mempertahankan habitat satwa langka. Seperti Bekantan, Pesut, Buaya Siamensis, Kura-kura Melayu dan Orangutan. Serta menjadi tempat istirahat sementara migrasi burung dari utara ke selatan ataupun sebaliknya. Untuk itu sejumlah tim ahli terdiri peneliti lokal dan internasional kini sedang berada di lapangan. Mereka akan melakukan penelitian Sejauh mana lahan gambut di Kukar menjadi tempat berkembang biaknya satwa langka. 

Menurut Marli hasil penelitian ini sangat penting untuk upaya perluasan lahan gambut. Dari 81 ribu hektar yang telah ditetapkan melalui SK Bupati ke depannya menjadi 100 ribu hektar. Ditambahkan Marli kawasan gambut di Kukar tersebar di 5 kecamatan. Yaitu mulai dari Kecamatan Muarakaman, Muarawis, Muaramuntai, Kahala dan Kecamatan Kotabangun.

Menurut Marli bagi lahan gambut yang tidak digarap investor akan di enklaf dijadikan sebagai wilayah konservasi lahan gambut.  Lahan gambut bagi warga sekitar sangat penting terutama yang bergantung dari usaha perikanan.(umar)