"Untuk mengakses Dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah Kab. Kutai Kartanegara silahkan 'klik' Side Banner/Menu Konten DOKUMEN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH di bagian bawah situs ini atau hub. Bidang Statistik dan Pengendalian Pembangunan BAPPEDA Kab. Kukar (Dr. BAHARI JOKO SUSILO, SPT, MP. HP 081227193213)**Ralat waktu pelaksanaan kegiatan Team Building Reformasi Birokrasi dapat diakses di bagian PENGUMUMAN"

Berita


Demi Jembatan 2 Bulan Alur Sungai Mahakam di Tutup

Alur sungai Mahakam di sekitar jembatan Kartanegara mulai Sabtu besok ditutup selama 2 bulan.(joe) - Alur sungai Mahakam di sekitar jembatan Kartanegara mulai Sabtu besok ditutup selama 2 bulan.(joe)

TENGGARONG – Sejak Sabtu (18/4) Alur Sungai Mahakam tepatnya disekitar pembangunan jembatan Kartanegara Tenggarong ditutup.  Penutupan ini berlangsung dua bulan dan akan berakhir 18 Juni 2015 mendatang.


Kepastian penutupan jembatan ini merupakan hasil rapat koordinasi (rakor) persiapan pelaksanaan penutupan alur sungai di sekitar pembangunan Jembatan Mahakam Selasa (14/4) di Kantor Dinas Perhubungan Kukar. Pada rakor ini juga terbentuk tim gabungan yang melibatkan semua pihak seperti Dishub, Polres Kukar, Kodim 0906 Tenggarong dan KSOP. Tim ini bertugas untuk mengamankan alur sungai. “Semua aparat yang terlibat dalam tim, diwajibkan membawa surat perintah dari instansi masing-masing pada saat menjalankan tugas,” ujar Kepala Dishub Kukar, Marsidik.

Ditambahkannya penutupan ini khusus untuk angkutan batu bara dan sejenisnya, dari pukul 06.00 pagi hingga pukul 19.00 malam harinya. Terkecuali kapal penumpang, pengangkut barang atau BBM, baik dari arah hulu maupun sebaliknya. “Kapal-kapal ini nantinya harus langsam (menurunkan kecepatan, Red.) dan dikawal oleh tim dengan maksud agar tidak menimbulkan gelombang yang besar, yang dapat mengganggu proses pengerjaan perakitan jembatan yang menggunakan ponton ditengah sungai,” tutur Marsidik.

Tidak hanya itu saja, lanjutnya, pihak kontraktor pekerja, PT Hutama Karya (HK), harus menyiapkan navigasi atau rambu-rambu untuk proses pengalihan alur sungai, khususnya pada saat pekerja memasang bentang tengah jembatan. “Diperlukan navigasi atau rambu untuk proses pengalihan alur sungai, pada saat pekerja pemasangan bentang tengah yang disiapkan PT HK,” demikian pungkasnya.(umar)