Gali Informasi Pariwisata, Pemkab Jepara Sambangi Kukar
Rombongan yang dipimpin Wakil Bupati Jepara Subroto itu diterima Wabup Kukar HM Ghufron Yusuf, didampingi Staf Ahli Bupati Salmon Dzakaria, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Pengembangan SDM H Otoy Usman, Kabag Humas dan Protokol Dafip Haryanto, Camat Tenggarong Seberang Totok Sunarto, dan sejumlah kepala SKPD terkait.
Sebanyak 40 orang yang tergabung dalam rombongan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara mengadakan kunjungan kerja (Kunker) ke Kukar, Kamis (5/7) lalu di Pendopo Wakil Bupati, Tenggarong. Pemkab Jepara hendak menggali informasi terkait optimalisasi penyelenggaraan pemerintah, pembangunan dan masyarakat, bidang kepariwisataan serta pelayanan kepada masyarakat.
Dalam kunjungannya, sekilas Wabup Jepara Subroto menjelaskan mengenai Kota Jepara yang memiliki kain tenun kebanggaan, yaitu tenun Troso. ”Sebetulnya Troso diambil dari nama sebuah desa yang ada di Kecamatan Pecangaan,” ungkap Subroto. Kain tenun Troso kata dia, kaya corak dan masih menggunakan alat tenun asli.
Tak hanya Kukar yang mewajibkan untuk menggunakan pakaian khas daerah (Miskat) pada hari-hari tertentu, tapi Pemkab Jepara juga menggalakkan program setiap hari tertentu para pegawai disarankan mengenakan baju tenun Troso. “Dan yang paling digemari adalah motif tenun merek SBY,” terangnya.
Tak hanya itu, Subroto menggambarkan pula Kota Jepara dengan industri mebel yang dikenal sebagai kota ukir, karena Jepara unggul dalam dunia permebelan. Dia sangat berharap Pemkab Kukar dapat berkunjung ke Jepara.
Menjawab pertanyaan dari Pemkab Jepara, Ghufron Yusuf menjelaskan bahwa saat ini Kukar termasuk daerah tujuan wisata untuk Kalimantan Timur seperti Wisata Alam Bukit Bangkirai di Kecamatan Samboja, wisata budaya di Museum Mulawarman, Museum Kayu Tuah Himbah, dan juga Planetarium Jagat Raya Tenggarong.
Saat ini sambung dia, Kukar telah mengadakan pesta rakyat dan festival budaya yang menjadi agenda rutin Pemkab dalam memelihara dan melestarikan budaya leluhur. Festival Erau Pelas Benua Etam ini dimaksudkan untuk mengangkat, melestarikan, serta mengembangkan kekayaan budaya daerah, serta meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara ke Kaltim, khususnya ke Kukar.
Ghufron berharap untuk Indonesia bagian timur, Kukar menjadi tujuan wisata dan menjadi tujuan wisata nasional. “Tak hanya untuk Kaltim, tetapi juga untuk Indonesia dan wisata mancanegara,” imbuhnya.
Dalam perayaan Erau yang dihelat 1-8 Juli, menyajikan bermacam kegiatan. Seperti olahraga tradisional, tarian tradisional, musik tradisional hingga artis nasional sengaja didatangkan guna menarik kunjungan wisatawan dan menghibur rakyat Kukar.
Berita Lainnya
-
Dikirim Selasa, 18 Juni 2013 Oleh Jaya. MN | Umum / PernikPenampilan Iyek God Bless Mampu Imbangi Andy Deris Helloween
-
Dikirim Kamis, 13 Juni 2013 Oleh Jaya. MN | Ekonomi KerakyatanKeminting dan Elat Sapi Sold Out Di GPKD Expo
-
Dikirim Kamis, 13 Juni 2013 Oleh Jaya. MN | KeagamaanIsra Mi’raj Momen Koreksi Diri
-
Dikirim Kamis, 13 Juni 2013 Oleh Jaya. MN | Perikanan dan PeternakanSalai Ikan Tergantung Musim dan Kondisi Air
-
Dikirim Selasa, 11 Juni 2013 Oleh no_body | PendidikanPelepasan Siswa SD 028 Tenggarong
-
Dikirim Selasa, 11 Juni 2013 Oleh no_body | Sosial KemasyarakatanAksi Kepedulian, Gotong Royong Membersihkan Turap
-
Dikirim Senin, 10 Juni 2013 Oleh no_body | PemerintahanTingkatkan Keterampilan, Anggota LPM Diberi Bimtek