Tari Pecuk Kina
Tarian ini menggambarkan perpindahan suku Dayak Kenyah yang berpindah dari daerah Apo Kayan (Kab. Bulungan) ke daerah Long Segar (Kab. Kutai Barat) yang memakan waktu bertahun-tahun.
Tarian ini diilhami dari Upacara Adat Penhos, yaitu upacara adat dalam Suku Sayak Modang yang dilakukan dengan tujuan untuk membuang sial atau bala.
Masyarakat Dayak Modang menganggap bahwa perbuatan yang dapat menimbulkan sial…selengkapnya »
Tarian ini merupakan tarian bersama gadis suku Dayak Kenyah dengan jumlah tak pasti, boleh 10 hingga 20 orang. Menurut riwayatnya, tari bersama ini diciptakan oleh seorang kepala suku Dayak Kenyah di Apo Kayan yang bernama…selengkapnya »
Museum Kayu Tuah Himba terletak tidak jauh dari Kawasan Waduk Panji Sukarema yaitu berjarak sekitar 600 meter dari Waduk. Dibangun dengan bangunan kayu panggung yang berukuran 20 x 20 M2. Bangunan ini di kelilingi oleh…selengkapnya »
Tarian dari suku Dayak Kenyah ini pada prinsipnya sama dengan Tari Hudoq dari suku Dayak Bahau dan Modang, yakni untuk upacara menyambut tahun tanam maupun untuk menyampaikan rasa terima kasih pada dewa yang telah memberikan…selengkapnya »
Tarian ini adalah tarian tradisi asli Kutai Kartanegara yang biasanya ditarikan hanya pada upacara-upacara besar yang dilaksanakan oleh kerabat seperti : Upacara Penyambutan Tamu-Tamu Agung. Upacara Adat ERAU, Upacara Adat Penambalan Sultan Kutai Kartanegara dan…selengkapnya »
Kedaton terletak di pusat Kota Tenggarong, terletak di belakang Museum Mulawarman dan di depan Monumen Pancasila Tenggarong atau Jalan Monumen barat. Dan letaknya tidak jauh dari Museum Mulawarman, Planetarium Jagad Raya dan Masjid Jami’ Adji…selengkapnya »
Kawasan ini terletak di KM.24 Loa Janan yang merupakan jalan utama antara Samarinda dan Balikpapan. Dan memiliki luas 35 ha dengan konsep pertanian, alam dan wisata dan berada diantara pertanian rakyat desa Batuah. Taman Agrowisata…selengkapnya »
Mamanda merupakan seni panggung (teater), kesenian klasik Melayu (setengah musical/opera) dengan menggunakan instrument Biola dan Gendang. Tema cerita yang dibawakan biasanya tentang kisah para raja.
Desa Pondok Labu, merupakan pemukiman Suku Dayak Benuaq, menyimpan berbagai budaya tradisional yang masih dipegang teguh masyarakatnya. Seperti Upacara Pengobatan Tradisional Belian, Upacara Ngungu Tahun untuk kesuburan pertanian maupun Upacara Belontang, yaitu penyembelihan kerbau yang…selengkapnya »
Danau Semayang dan Danau Melintang terletak tidak jauh dari Kota Bangun. Dua Danau ini akan menyatu saat arus air Sungai Mahakam turun. Tapi saat air Sungai Mahakam naik di waktu malam hari, dua danau ini…selengkapnya »
Masjid Jami Hasanoeddin masuk wilayah Kesultanan Kutai Kartanegara dan cirri khas kerajaan Kutai yang ada pada zaman Raja Adji Mahkota berupa mushola kecil dan dibangun menjadi masjid berukuran besar pada tahun 1930 pada saat Kerajaan…selengkapnya »
Waduk ini terletak di Kelurahan Panji Sukarame dan merupakan taman rekreasi yang sangat bagus untuk dinikmati dengan adanya pemandangan alam dan air waduk yang tenang. Luas lahan adalah ± 32 ha. Di sekeliling waduk banyak…selengkapnya »
Tarian ini dilakukan dengan menggunakan topeng kayu yang menyerupai binatang buas serta menggunakan daun pisang atau daun kelapa sebagai penutup tubuh penari. Tarian ini erat hubungannya dengan upacara keagamaan dari kelompok suku Dayak Bahau dan…selengkapnya »
Planetarium Jagad Raya terletak di Jalan Pangeran Diponegoro, di sebelah kiri bangunan Museum Mulawarman dan dibangun pada tahun 2002 dan diresmikan pada tanggal 16 April 2003
Tempat ini merupakan sarana wisata ilmu pengetehuan…selengkapnya »
Tarian dimana penarinya menggunakan topeng kayu. Dalam tradisi budaya Kutai, tarian ini biasanya dipersembahkan sebagai selingan untuk menunggu Upacara Seluang Mudik, mirip dengan Wayang Gedok dari Jawa dan ditampilkan pada acara penobatan Raja / Sultan,…selengkapnya »
Kecamatan Muara Kaman berjarak 89 Km dari Kota Tenggarong. Dapat dikunjungi melalui kendaraan darat ataupun sungai. Daerah ini terkenal dengan sejarah perjuangan kemerdekaan yang berupa tugu peringatan. Serta adanya peninggalan sejarah berupa Lesong Batu, Sumur…selengkapnya »
Memasuki Wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara dapat ditempuh melalui Kota Balikpapan ataupun Ibukota Propinsi Samarinda. Dari Samarinda lama tempuh ± 30 Menit, sedangkan dari Balikppan ditempuh dengan ± 2 jam. Di Kota Tenggarong sebagai Ibukota Kabupaten…selengkapnya »
Sebuah tarian Belian dari suku Dayak Benuaq untuk mengusir hantu-hantu yang menjaga pohon-pohon yang besar dan tinggi agar tidak mengganggu manusia atau orang yang menebang pohon tersebut.
selengkapnya »Objek Wisata Pantai adalah Pantai Tanah Merah Samboja yang terletak di Tanjung Harapan, Samboja, 14 KM dari persimpangan Jalan Raya Balikpapan - Samarinda (KM 50) dan berjarak 127 KM dari Tenggarong dengan luas kurang lebih…selengkapnya »
Bangunan Keraton Kutai Kartanegara terletak di Ibukota Kabupaten Kutai Kartanegara (Tenggarong), Keraton peninggalan Kerajaan Kutai Kartanegara ini sekarang beralih fungsi menjadi Museum Mulawarman, didirikan pada tahun 1932 oleh Pemerintah Belanda yang menyerahkan Keraton kepada Sultan…selengkapnya »
Menggambarkan kehidupan sehari-hari burung Enggang, burung yang dimuliakan oleh suku Dayak Kenyah karena dianggap sebagai tanda keagungan dan kepahlawanan. Tari Kancet Lasan merupakan tarian tunggal wanita suku Dayak Kenyah yang sama gerak dan posisinya seperti…selengkapnya »
Terletak di KM.45 Jalan Raya Balikpapan Samarinda dan berjarak 62 KM dari Tenggarong dengan luas hutan ± 70.000 ha.
Area ini dijadikan lokasi wana riset oleh Kanwil Kehutanan dan Perkebunan Propinsi Kalimantan Timur…selengkapnya »
Kawasan Wisata Bukit Bengkirai terletak pada Km 38 jalan raya Soekarno Hatta Balikpapan Samarinda, merupakan kawasan wisata alam berupa hutan alami yang masih asli. Kawasan wisata alam ini berada di areal PT. Inhutani I Unit…selengkapnya »
Tari Ngerangkau adalah tarian adat dalam hal kematian dari suku Dayak Tunjung dan Benuaq. Tarian ini mempergunakan alat-alat penumbuk padi yang dibentur-benturkan secara teratur dalam posisi mendatar sehingga menimbulkan irama tertentu.
selengkapnya »Tarian ini menggambarkan perpindahan suku Dayak Kenyah yang berpindah dari daerah Apo Kayan (Kab. Bulungan) ke daerah Long Segar (Kab. Kutai Barat) yang memakan waktu bertahun-tahun.
selengkapnya »Tarian yang menggambarkan gerakan orang menanam padi. Tongkat menggambarkan kayu penumbuk sedangkan bambu serta biji-bijian didalamnya menggambarkan benih padi dan wadahnya. Tarian ini cukup terkenal dan sering disajikan dalam penyambutan tamu dan acara-acara lainnya.Tari ini…selengkapnya »
Kota Bangun, dikenal sebagai kecamatan penghasil ikan segar berupa ikan Gabus, Baong dan Betutu serta tempat pembuatan Kapal Kayu, saranatransportasi sungai. Saat ini Kota Bangun merupakan tempat transit bagi mereka yang akan kepedalaman Mahakam melalui…selengkapnya »
Upacara Belian Bawo bertujuan untuk menolak penyakit, mengobati orang sakit, membayar nazar dan lain sebagainya. Setelah diubah menjadi tarian, tari ini sering disajikan pada acara-acara penerima tamu dan acara kesenian lainnya. Tarian ini merupakan tarian…selengkapnya »
Tarian suku Dayak Benuaq ini dilakukan untuk menolak wabah penyakit dan mengobati orang yang digigit anjing gila. Disebut tarian Serumpai karena tarian diiringi alat musik Serumpai (sejenis seruling bambu).
selengkapnya »Merupakan kesenian islam yang ditampilkan dengan iring-iringan rebana/terbang (alat perkusi) sambil melantunkan syair-syair serta pujian terhadap akhlak mulia Nabi Muhammad SAW, yang disertai dengan gerak tari. Terdiri dari 2 kelompok, kelompok penabuh hadrah dan kelompok…selengkapnya »
Wisata Desa Budaya yang diandalkan adalah Desa Lekaq Kidau yang terletak di pinggir Sungai Mahakam, Desa ibni merupakan Pemukiman Desa Suku Dayak Kenyah yang memiliki tradisi dan budaya yang masih asli seperti tarian dam upacara…selengkapnya »
Jika Kancet Pepatay menggambarkan kejantanan dan keperkasaan pria Dayak Kenyah, sebaliknya Kancet Ledo menggambarkan kelemah-lembutan seorang gadis bagai sebatang padi yang meliuk-liuk lembut ditiup oleh angin. Tari ini dibawakan oleh seorang wanita dengan memakai pakaian…selengkapnya »
Tarian ini menceritakan tentang seorang pahlawan Dayak Kenyah berperang melawan musuhnya. Gerakan tarian ini sangat lincah, gesit, penuh semangat dan kadang-kadang diikuti oleh pekikan si penari. Dalam tari Kancet Pepatay, penari mempergunakan pakaian tradisionil suku…selengkapnya »
Awalnya Baraga’ Bagantar adalah upacara belian untuk merawat bayi dengan memohon bantuan dari Nayun Gantar. Sekarang upacara ini sudah digubah menjadi sebuah tarian oleh suku Dayak Benuaq.
selengkapnya »Tari Mempang Bekawat adalah sebuah tari garapan dengan tidak meningglakan keaslian gerak dasar tari ini, yaitu Tari Berlian, Tari Ngelawai dan Tari Gantar yang berasal dari Suku Dayak Benuaq Tunjung yang hidup dan berkembang di…selengkapnya »
Berjarak 64 Km dari Kota Tenggarong. Di kecamatan ini terkenal dengan peninggalan sejarah dan peristiwa bersejarah yang dikenal sebagai Peristiwa Merah Putih yang diperingati pada tanggal 27 Januari setiap tahunnya. Adapun peninggalan sejarah yang terkenal…selengkapnya »
Tarian ini menceritakan seorang gadis bernama Utan Along yang akan dikawinkan secara paksa oleh orangtuanya dengan pemuda yang tak dicintainya. Utan Along akhirnya melarikan diri kedalam hutan. Tarian gadis suku Dayak Kenyah ini ditarikan dengan…selengkapnya »
Kawasan Pulau Kumala terletak di tengah Sungai Mahakam merupakan daerah Delta yang memanjang di sebelah Barat Kota Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara dengan luas 76 Ha perpaduan antara teknologi modern dan budaya tradisional. Di desain menjadi…selengkapnya »
Lokasi Taman Anggrek Sendawar berada dalam kawasan Waduk Panji Sukarame dan terletak di belakang Waduk dengn luas ± 2 ha. Taman Anggrek ini mempunyai ± 43 koleksi Anggrek yang dikumpulkan dari berbagai daerah kecamatan. Dibukanya…selengkapnya »
Kesenian jepen adalah kesenian Melayu Rakyat Kutai Kartanegara, yang muncul pada masa peradapan Islam di Tanah Kutai. Tarian ini biasanya ditarikan oleh muda mudi dengan diiringi alat musik “ Gambus “ dan “ Ketipung “…selengkapnya »
Awal sejarah berdirinya BOS adalah tahun 1991 yang merupakan proyek rehabilitasi orang utan, beberapa kali bergantian nama hingga akhirnya terbentuklah Yayasan Penyelamat Orang utan Borneo (The Borneo Orang Utan Survival Foundation) atau disingkat BOS.
…selengkapnya »Tarian ini menggambarkan perpindahan suku Dayak Kenyah yang berpindah dari daerah Apo Kayan (Kab. Bulungan) ke daerah Long Segar (Kab. Kutai Barat) yang memakan waktu bertahun-tahun.